M3EMBANGGAKAN: Trisula dari SMK 1 Balikpapan yang mengikuti kompetisi K3 Teknik Alat Berat di Malang diapit guru pendamping.((neno/kp)
BALIKPAPAN - SMK 1 Balikpapan berhasil menjadi juara II kompetisi Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Teknik Alat Berat tingkat nasional yang digelar di SMK 1 Singosari, Malang, Jawa Timur, baru-baru ini. Kompetisi tersebut merupakan yang kali ketiga digelar PT Trakindo Utama bersama Mitrama untuk mengadu keterampilan sekolah kejuaraan yang menjadi binaan mereka terutama di bidang alat berat.
Menurut Kepala Jurusan Teknik Otomotif SMK 1 Balikpapan Kusen, prestasi tahun ini sangat menggembirakan. Sebab, pada dua tahun sebelumnya sekolah kejuruan yang terletak di Sepinggan ini hanya mendapatkan juara harapan berturut-turut.
“Sejak kompetisi digelar tiga tahun lalu kami selalu ikut. Alhamdulillah tahun ini juara dua,” katanya.
Di kompetisi ini, SMK 1 Balikpapan berhasil mengungguli SMK Samarinda (Juara III) dan SMK Dumai (Juara Harapan). Sementara yang menjadi juara pertama adalah SMK 1 Malang.
Kusen mengatakan, peluang Balikpapan untuk bisa menjadi juara pertama pada kompetisi tersebut terbilang besar. Hanya saja SMK 1 Malang yang memang diunggulkan tampil dengan kesalahan yang lebih sedkit. “Kekurangan ada anak-anak kita ada pada poin Assemble Disassemble. Ada teknik yang mestinya diberi oli tapi tidak diberi oli,” terang Kusen.
Mereka yang mengikuti kompetisi adalah siswa kelas XII jurusan Teknik Alat Berat (TAB), terdiri dari Denis Saputra, Awang Faisal, dan Muhammad Nashir As Siddiq. “Bangga itu pasti. Kami berusaha menunjukkan yang terbaik, dan hasilnya memuaskan, juara dua nasional,” kata Nashir yang membawa pulang piagam dan medali.
Dalam mengikuti kompetisi ini, waktu mereka terbilang sempit. Sebab, kabar kompetisi baru diterima pihak sekolah dua pekan sebelum pelaksanaan.
Sehingga Nashir dan kawan-kawan harus melakukan latihan dan persiapan ekstra. Saking padatnya mereka terpaksa menginap sekolah untuk belajar tentang materi dan praktik yang akan dikompetisikan.
“Ya, mau enggak mau tidur di sekolah. Kami belajar sampai malam habis itu tidur. Pulang dari sekolah jam 07.00 pagi, setelah itu masuk lagi jam 11.00 belajar lagi,” tambah Faisal.
Kusen kembali menerangkan, mengingat alat berat tidak bisa dikerjakan sendirian, dan memerlukan keahlian-keahlian tertentu maka Denis, Faisal, dan Nashir dilatih untuk mengutamakan kerja sama dan konsentrasi. Terpilihnya mereka juga bukan asal-asalan. Kusen mengaku sudah melakukan seleksi sebelumnya untuk melihat siapa yang benar-benar mampu mengemban dan menjalankan kompetisi tersebut.
Katanya, kompetisi antar SMK se-Indonesia ini melombakan kompetensi, keterampilan dan keahlian teknik alat berat. Delapan poin yang dilombakan antara lain assessment system yang berkaitan dengan knowledge, testing adjusting tentang valve, remote install water pump, preventive maintenance 250 jam untuk engine excavator, turbo,assemble disassemble, measuring untuk pengukuran seng dan juga presentasinya. Kegiatan melibatkan sepuluh SMK binaan PT Trakindo Utama dan Mitrama yakni dari Lubuk Pakam, Dumai, NTB, Makassar, Sorong, Malang, Mimika, Samarinda, Balikpapan, dan Bitung.
sumber kaltimpost kamis, 29 november 2012

